Program Hibah Dikti

Untuk dapat menyelenggarakan kewajiban penelitian seperti yang tertera pada Undang- Undang No. 20 Pasal 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, perguruan tinggi dituntut untuk memiliki dosen yang kompeten serta mampu menyusun proposal, melaksanakan penelitian, mendesiminasikan hasil penelitian dan pada akhirnya menghasilkan berbagai bentuk kekayaan intelektual (KI). Penelitian harus dilakukan secara professional dengan prinsip-prinsip akuntabel, jaminan mutu dan transparan.

Sejalan dengan visi Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), cq Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) mendorong dan memfasilitasi para dosen dalam kegiatan penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, dan program kreativitas mahasiswa guna mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, daya saing bangsa, dan kesejahteraan rakyat secara progresif dan berkelanjutan.

Kegiatan hibah penelitian yang didanai oleh DP2M DIKTI diantaranya adalah:

1. Program Hibah Bersaing

Program ini merupakan program penelitian multi years (maksimum 2 tahun). Dana yang dialokasikan untuk masing – masing judul proposal maksimum adalah Rp. 50 juta rupiah per tahun.

2. Program Hibah Pascasarjana

Usulan penelitian Hibah Pascasarjana harus memiliki roadmap research atau technology, bukan hanya merupakan kompilasi dari topik penelitian mahasiswa pascasarjana yang tidak memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. Jumlah dana maksimum yang dialokasikan untuk program ini adalah Rp. 90 juta per tahun.

3. Program Penelitian Fundamental

Penelitian Fundamental berorientasi kepada penjelas-an, atau bahkan mengantisipasi suatu gejala, kaidah, model, atau postulat baru yang mendukung suatu proses, teknologi, kesehatan, dan lain-lain dan tidak diukur keberhasilannya berupa produk dalam waktu singkat, tetapi berupa modal ilmiah yang melandasi penelitian terapan. Termasuk dalam penelitian fundamental ialah pencarian metode baru atau teori baru. Jumlah dana maksimum yang dialokasikan untuk program ini adalah Rp. 40 juta per tahun.

4. Program Rapid

Program Rapid merupakan wahana yang memberikan kesempatan bagi terwujudnya hubungan kerja sinergis antara lembaga penghasil konsep dan teknologi dengan lembaga manufaktur/industri. Selanjutnya produk-produk industrial mutakhir dengan fitur-fitur baru, atau yang mampu memutus rantai ketergantungan dengan pihak luar negeri, dimungkinkan beredar di pasaran sebagai hasil penelitian-penelitian perguruan tinggi di dalam negeri. Dengan demikian, budaya penelitian (yang bernuansa penciptaan produk secara berkelanjutan) akan tumbuh di dunia industri Indonesia, dan budaya industry (yang bernuansa time to market) akan tumbuh pula di perguruan tinggi di Indonesia. Jumlah dana maksimum yang dialokasikan untuk program ini adalah Rp. 300 juta per tahun.

5. Program Hibah Kompetensi

Salah satu tujuan utama dalam penyelenggaraan program hibah kompetensi ini adalah untuk mendukung kebijakan pemerintah untuk mengimplementasikan focal point pada setiap perguruan tinggi, tanpa membatasi ruang geraknya baik  dalam aspek penelitin maupun penerapan hasil-hasil penelitiannya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam hibah kompetensi ini para dosen/peneliti diberikan kebebasan untuk memilih tema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan, walaupun temanya bebas seorang dosen/peneliti  harus tetap konsisten dengan bidang ilmu yang diampu di perguruan tingginya. Jumlah dana maksimum yang dialokasikan untuk program ini adalah Rp. 100 juta per tahun.

'

2016, LP3M UMRAH & UPT TIK UMRAH