TANJUNGPINANG – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LP3M) dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat Pulau Binaan (PKMPB) telah sepakat memilih Pulau Benan sebagai pilot project program tersebut

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman Kerjasama antara UMRAH dan Pemkab. Lingga serta dikuatkan dengan Nota Kesepakatan Kerjasama antara LP3M UMRAH dan Pemerintah Desa Benan terkait Tridharma Perguruan Tinggi

Kepada Humas UMRAH, usai penandatanganan Nota Kesepakatan Kerjasama dengan Kepala Desa Benan. Selasa (16/3), Henky Irawan, S.Pi, MP, M.Sc selaku Ketua LP3M UMRAH menguraikan bahwa ada lima aspek fokus pembinaan UMRAH terhadap Pulau Benan

Menurutnya Lima aspek tersebut merupakan sesuatu yang sudah ada di Pulau Benan dan sesuai dengan lima bidang Fakultas di UMRAH

Kelima aspek tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Aspek Ekonomi, dimana Pulau Benan memiliki unit usaha dibidang wisata berupa penginapan, kuliner berupa rumah makan, warung, lalu produk olahan rumahan seperti kue, kerupuk ikan dan virgin coconut oil. Permasalahannya dalam mengelola usaha belum memiliki manajemen yang baik sehingga perlu pendampingan. Beberapa Solusi yang diperlukan: a) Pendampingan dalam pengurusan dokumen usaha seperti IUMK, NIB dan Bisnis Plan ke pelaku usaha, serta dibuatkan buku teknologi tepat guna berupa panduan pengurusan IUMK dan NIB serta panduan membuat Bisnis Plan agar kedepanya dapat menjadi rujukan bagi masyarakat Desa yang membutuhkan. b) Pendampingan dalam manajemen keuangan usaha sehingga hasil penjeualan yang didapat serta biaya produksi yang dikeluarkan dapat tertata dengan baik untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, serta dibuatkan buku teknologi tepat guna berupa panduan menata keuangan usaha agar kedepanya dapat menjadi rujukan bagi masyarakat Desa yang membutuhkan
  2. Aspek Teknik, dimana Pulau Benan memiliki pembangkit listrik tenaga Disel dengan durasi 12 jam perhari untuk listrik warga dan memiliki lampu tenaga surya untuk penerangan jalan. Permasalahan yang dihadapi adalah listrik penerangan jalan sudah tidak beroperasi lagi karena tidak ada SDM yang mampu merawat lampu tenaga surya. Beberapa solusi yang perlukan adalah: a) Pendampingan kepada SDM di Desa agar mampu memperbaiki dan merawat lampu tenaga surya, serta dibuatkan buku teknologi tepat guna berupa tatacara perbaikan serta perawatan pada lampu tenaga surya, agar kedepannya dapat menjadi rujukan bagi teknisi di Desa. b) Perbaikan lampu tenaga surya agar mampu beroperasi kembali, serta dibuatkan buku teknologi tepat guna berupa tatacara perbaikan serta perawatan pada lampu tenaga surya, agar kedepannya dapat menjadi rujukan bagi teknisi di Desa. c) Pembuatan perangkat penguat signal telepon seluar dengan tenaga surya sehingga bisa beroperasi siang hari dengan batrai dan malam hari dengan listrik Desa, dimana nantinya perangkat ini di letakkan pada tempat-tempat yang dapat di akses masyarakat. ,serta dibuatkan buku teknologi tepat guna berupa tatacara pengoperasian dan perawatan perangkat penguat signal selualar, agar kedepannya dapat menjadi rujukan bagi teknisi di Desa
  3. Aspek Perikanan, dimana Pulau Benan memiliki kegiatan perikanan budidaya berupa pembesaran teripang pasir. Permasalahan yang dihadapi adalah pertumbuhan teripang dan proses pengeringan yang masih lambat, sehingga diperlukan pakan yang dapat mempercepat pertumbuhan teripang dan teknik pengeringan yang cepat dengan kualitas yang baik sesuai tuntutan pasar. Beberapa solusi yang diperlukan adalah: a) Pendampingan mengenai tata cara pembesaran teripang dengan membuat pakan dan teknik pemberian pakannya yang dapat memacu pertumbuhan teripang, serta dibuatkan buku teknologi tepat guna berupa panduan manajeman pakan teripang agar kedepanya dapat menjadi rujukan bagi pembudidaya di Desa yang membutuhkan. b) Pendampingan mengenai proses pengeringan teripang dengan metode atau alat tertentu sehingga pengeringan menjadi lebih cepat dan memenuhi kualitas pasar, serta dibuatkan buku teknologi tepat guna berupa panduan pengolahan teripang kering agar kedepanya dapat menjadi rujukan bagi masyarakat di Desa yang membutuhkan
  4. Aspek Pendidikan, dimana di pulau Benan terdapat sekolah formal SD, SMP, dan SMU. Permasalahan yang di hadapi adalah sebagaimana sekolah yang jauh dari jangkauan pusat maka keterbaruan dalam materi ajar, teknik mengajar dan memasukkan kearifan serta sumberdaya tempatan ke mata pelajaran muatan lokal masih belum optimal sehingga diperlukan pembaharuan-pembaharuan Beberapa solusi yang diperlukan adalah: a) Pendampingan bagi para guru dalam membuat bahan ajar berbasis kearifat lokal dan metode pengajarannya yang efektif tanpa peralatan listrik dikarenakan listrik desa hanya beroprasi 12 jam pada malam hari saja, serta dibuatkan buku teknologi tepat guna berupa 22 panduan tata cara mengajarkan mata pelajaran muatan lokal tersebut agar kedepanya dapat menjadi rujukan bagi guru yang membutuhkan. b) Penerapan alat peraga untuk mata pelajaran tertentu yang tidak memerlukan listrik dalam mengoperasikannya di sekolah dikarenakan listrik desa hanya beroprasi 12 jam pada malam hari saja, serta dibuatkan buku teknologi tepat guna berupa panduan cara mengoperasikan alat peraganya agar kedepanya dapat menjadi rujukan bagi guru yang membutuhkan
  5. Aspek Pemerintahan Desa, dimana di Pulau Benan terdapat Kantor Desa untuk administrasi pelerintahan Desa dan pelayanan urusan masyarakat. Permasalahan yang dihadapi adalah Rencana Pembangunan Desa dan manajemen pengelolaan dana desa yang diharapkan bisa lebih optimal. Beberapa solusi yang diperlukan adalah: a) Pendampingan bagi aparat Desa, BDP dan unsur masyarakat dalam menyusun Rencana Pembangunan Desa sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat Desa, serta dibuatkan buku teknologi tepat guna berupa panduan Penyusunan Rencana Pembangunan Desa agar kedepanya dapat menjadi rujukan bagi aparat Desa yang membutuhkan. b) Pendampingan bagi aparat Desa dalam manajemen pengelolaan dana desa sehingga alokasi dana Desa bisa tepat sasaran dan tepat guna serta tidak bermasalah dengan hukum, serta dibuatkan buku teknologi tepat guna berupa panduan manajemen pengelolaan dana desa agar kedepanya dapat menjadi rujukan bagi aparat Desa yang membutuhkan

Ketua LP3M UMRAH atas nama Rektor UMRAH juga memohon dukungan dan restu kepada khalayak ramai khususnya masyarakat Pulau Benan agar Program PKMPB UMRAH 2021 dan Pembangunan Gedung Stasiun Riset UMRAH di Pulau tersebut dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan apapun

(Tim Humas UMRAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here